Pelantikan PK KAMMI UNILA Masa Jihad 2015/2016

Bandar Lampung-(23/08/15) KAMMI Daerah Bandar Lampung secara resmi melantik Pengurus Komisariat Unila masa jihad 2015/2016 yang di Nahkodai oleh Akhina Egi Wiragala. Pelantikan di hadiri oleh Ketua Birohmah yang diwakili oleh Kepala Keseketariatan Akhina Andi Wrman, Sekertaris Jendral PD KAMMI Bandar Lampung dan Ketua PD KAMMI Bandar Lampung Akhina Rahman Hakim. Dalam sambutannya ketua PD KAMMI Bandar Lampung menyampaikan “Pengurus Komisariat Unila dengan kepengurusan baru harus mampu tanggung jawab bersama dalam sebuah perjuangan mengarungi aktivitas dakwah di kammi, dan mampu secara menyueluruh memahami apa yang ada di kammi.Kepengurusan baru PK KAMMI UNILA harus menjadi perubahan yang progresifitas gerakan mahasiswa dan memahami secara menyeluruh” tegasnya.

20150823_150549 Agenda yang dilaksanakan di ruang kelas Darul Hikmah Cengkeh-Bandar Lampung ini dilanjutkan dengan Sambutan Ketua PK KAMMI UNILA terlantik Akhina Egi Wiragala. Akhina Egi Wragala menyampaikan “KAMMI tidak bisa di nomor duakan ! Yang terpenting adalah ini wajihah bersama,kita bangun komunikasi antar sesama lembaga dakwah kampus, jangan ada lagi dusta di antara kita semua. Bahwa wajihah ini adalah tujuannya sama hanya caranya saja yang berbeda, Kita eratkan lagi perjuangan ini demi Kammi Unila lebih baik, Harapan itu masih ada !”. ” Visi kedepan yang kita bangun adalah cerdas intelektual dan cerdas spiritual, kita bergerak bukan hanya jasad saja, namun kita bergerak dengan kapasitas diri,kapasitas rohani dengan baik” tegasnya.

Iklan

Gerakan Komunitas dalam Pembangunan

IMG-20150507-01269

BandarLampung (7/5/15) KAMMI’S Day itulah jargon dari agenda diskusi rutin yang di laksanakan oleh KP KAMMI Komisariat Universitas Lampung, di ikuti oleh kader kammi dan non kammi. Agenda diskusi ini mengangkat tema yang berbeda di setiap minggunya, dan kali ini tema diskusinya adalah” Gerakan Komunitas dalam Pembangunan”

Memang benar adanya, pengaruh komunitas atau perkumpulan pemuda yang peduli pada sekitar, memiliki kesadaran dan tujuan yang sama untuk saling membantu, sangat berdampak besar pada perkembangan atau kemajuan suatu daerah disekitarnya, contoh dampak besar yang terlihat pada komunitas di Bandung yang patut dijadikan contoh dalam pergerakan komunitas dari tingkat daerah, wilayah bahkan Nasional diantaranya :

1. Komunitas 1001 buku
1357933772838309687_300x265.625

Komunitas ini merupakan relawan dan pengelola perpustakaan anak. 1001 buku adalah merupakan organisasi nirlaba, sebuah jaringan relawan dan pengelola taman bacaan anak. Berangkat dari keprihatinan atas kurangnya ketersediaan akses atas bahan bacaan bagi anak-anak Indonesia, 1001buku melakukan pengumpulan dan pendistribusian bahan bacaan anak serta penguatan taman baca melalui saran pengembangan kreativitas anak dari masyarakat.. Sejalan dengan perkembangannya, 1001buku memfasilitasi penguatan taman-taman bacaan anak yang tergabung dalam Jaringan Taman Bacaan Anak 1001buku, melakukan kampanye-kampanye literasi dan memperkokoh jiwa kerelawanan di seluruh nusantara.
Jika ingin lebih tahu lebih banyak mengenai komunitas ini silahkan cari melalui:
Website: http://www.1001buku.or.id
Email : amaerithia@yahoo.com
Twitter : @1001buku

2. Gerakan Diet kantong plastik
1357936243348891709_300x439.52702702703

Gerakan ini mengkampanyekan secara nasional dimana mereka mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan kantong plastik. Untuk lebih jelasnya silahkan hubungi :

Website : http://www.dietkantongplastik.info
Email : dinydeezasetriani@gmail.com
Twitter : @idDKP

3. Komunitas Indonesia Berkebun
13579395331890467268_300x224.71042471042

Indonesia berkebun komunitas yang bergerak melalui media jejaring sosial yang bertujuan untuk menyebarkan semangat positif untuk lebih peduli kepada lingkungan dan perkotaan dengan program urban farming, yaitu memanfaatkan lahan tidur di kawasan perkotaan yang dikonversi menjadi lahan pertanian/perkebunan produktif hijau yang dilakukan oleh peran masyarakat dan komunitas sekitar serta memberikan manfaat bagi mereka.
Untuk melihat beberapa aktivitas komunitas ini, dapat akses di kanal Youtube berikut: http://www.youtube.com/user/IDberkebun atau bisa pula di
Website : http://indonesiaberkebun.org
Email : IDberkebun@gmail.com
Twitter : @IDberkebun

4.Pencerah Nusantara
1357941093865537987_300x262.12871287129
Pencerah Nusantara adalah mengenai menciptakan perubahan pola pikir dalam masyarakat. Meskipun berpusat pada upaya kesehatan, mengobati penyakit bukanlah tujuan kami. Dengan adanya para Pencerah Nusantara, di harapkan akan menjadi perubahan paradigma mengenai kesehatan. Menjaga kesehatan adalah upaya mencegah kesakitan yang dilakukan bersama, dan para Pencerah Nusantara lah yang akan memulai perubahan ini.Keterangan lebih lanjut bisa didapatkan di:

Website : http://pencerahnusantara.org
Email : pencerahnusantara@gmail.com

5. Indonesian Future Leaders
13579422571755572267_300x168.49315068493
Indonesian Future Leaders (IFL) Berdiri secara resmi sebagai sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang digerakkan oleh kamu muda.Untuk membawa perubahan, dibutuhkan wadah yang dapat menampung gagasan dan pemikiran, serta menjadi kendaraan dalam melakukan aksi, dan memberikan dampak bagi masyarakat. Melalui, Indonesian Future Leaders, diharapkan akan lahir generasi muda Indonesia yang capable dan berdampak bagi perubahan positif di masyarakat, sehingga kaum muda, tidak hanya menjadi objek dari pembangunan, tapi juga menjadi motor penggerak dari pembangunan itu sendiri.

Website :http://indonesianfutureleaders.org
Twitter :@ifutureleaders
Facebook :https://www.facebook.com/pages/Indonesian-Future-Leaders/274513125553?fref=ts

6. Earth Hour Indonesia
1357943980896561036_300x423.65401588703

EARTH HOUR adalah salah satu kampanye WWF, organisasi konservasi terbesar di dunia, yang berupa inisiatif global untuk mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan di seluruh dunia untuk turut serta mematikan lampu dan peralatan elektronik yang sedang tidak dipakai selama 1 jam, pada setiap hari Sabtu di minggu ke-3 bulan Maret setiap tahunnya.
Berdasarkan kondisi konsumsi listrik di Indonesia yang masih memperlihatkan pola penggunaan yang boros, maka WWF-Indonesia berkomitmen untuk tetap mengusung kampanye ini hingga 2014 untuk membangun kesadartahuan sehingga publik Indonesia, terutama di kota-kota besar di Jawa – Bali, teredukasi dan terus diingatkan berpartisipasi lalu menindaklanjuti EARTH HOUR dengan perubahan gaya hidup lebih ramah lingkungan dalam jangka panjang

Oleh : Chandra Cahyani Gani Sekertaris Humas Kammi Wilayah Lampung

Terpilih jadi Kakom KAMMI Unila, Egi: ini tugas peradaban

20150705_143943 Bandar lampung – Musyawarah KAMMI Unila yang di gelar 4-5/7/15 berjalan dengan baik dan lancar.

Agenda yang bertajuk “Muskom Sebagai titik balik kejayaaan KAMMI Unila” ini dibuka langsung oleh Ketua KAMMI Daerah Bandar Lampung Rahman Hakim.

Muskom ini dihadiri kader-kader KAMMI Komisariat Unila dan peserta peninjau yang tersebar di kepengurusan KAMMI wilayah, daerah, hingga komisariat yang ada di kota Bandar lampung.

Ketua Komsat Unila Dian Putra mengatakan, “Muskom ini diagendakan selama 2 hari, adapun agendanya yaitu pemaparan dan pengkritisan LPJ, penyusunan panduan kerja komsat, Pemilihan ketua komisariat dan pembentukan tim formatur. Agenda ini juga dimaksudkan untuk membangkitkan kembali ghiroh perjuangan kader KAMMI Unila agar tetap konsisten dalam garis perjuangan”. Terang Putra

Dalam Musyawarah ini, terpilih Egi Wiragala sebagai ketua Komisariat setelah melalui tahap verifikasi dan muswarah yang panjang

Calon ketua komsat terpilih Egi Wiragala dalam orasi politik perdananya menyampaikan, “Melihat begitu antusiasnya kader mengikuti muskom ini, saya optimis KAMMI Unila akan semakin baik. Kerja-kerja dakwah kita adalah proyek peradaban, bukan agenda tahunan. Sehingga untuk mencapai kemenangan dakwah ini kita mesti menghadapinya dengan yakin dan ketenangan di hati. Dan.. Saya Optimis eksistensi gerakan KAMMI Unila akan tetap terjaga.” Pungkas Egi dengan lantang.

Selanjutnya, pasca muskom ini Egi bersama tim formatur akan membentuk susunan pengurus KAMMI Unila periode 2015-2016, adapun tim formatur tersebut adalah Dian Putra, Egi Wiragala, Isah Nur, Marelita Devisa, Anisa, dan Ahmad Risani.

Di akhir musyawarah, salah satu alumni KAMMI Unila Mubaroq Dinata berpesan, “Pilihlah pemimpin dan tim yang sesuai dengan keterbutuhan, bukan yang terlampau hebat atau yang terlalu lemah. Kawanan Singa tentu akan memilih pemimpinya dari kalangan singa juga. Semoga KAMMI Unila dapat berbenah dan memaksimalkan fungsi kaderisasi dan tugas pergerakannya, belajarlah dari kesalahan dan kekurangan saat ini.” Ujar Mubaroq mantap. [

“Jangan Tutup Sekolah Kami”

01-copy1

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Waykanan Lampung Gatot Arifianto mengomentari film dokumenter “Jangan Tutup Sekolah Kami”. Menurut dia, dalam kehidupan bernegara, pendidikan ialah kata kunci pentingnya regenerasi suatu bangsa
.
“Jalan untuk pendidikan harus senantiasa dibuka mengingat hak untuk mendapatkan pendidikan adalah salah satu hak asasi manusia,” tegas Gatot di Blambangan Umpu yang berada sekitar 220 km sebelah utara Kota Bandarlampung, Sabtu (2/5).

Film dokumenter “Jangan Tutup Sekolah Kami” berdurasi 10 menit, karya tiga sineas muda di Lampung, Tedika Puri Amanda, Taufan Agustyan dan Miftahuddin. Film yang diproduksi (pengambilan gambarnya) selama tiga hari itu menyampaikan pesan bahwa pendidikan adalah hak konstitusional setiap warga negara.

Untuk diketahui, sekolah-sekolah yang ada di wilayah Register 45 terancam tutup karena Pemerintah Kabupaten Mesuji di Lampung tidak lagi mengizinkan kelas jauh dengan alasan sekolah yang ada berada di kawasan Hutan Register 45.

Film tersebut diputar serentak di puluhan kabupaten/kota di Indonesia dan luar negeri pada Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2015. Selain itu, bisa pula disaksikan di https://m.youtube.com/watch?v=e-JFf7YpbGU.

“Kami menyambut baik film tersebut sehubungan mengingatkan jika pendidikan merupakan salah satu hak dasar warga negara atau citizen’s right. UUD 45 pada Pasal 31 ayat (1) juga menegaskan setiap warga negara berhak mendapat pendidikan,” ujar Gatot yang juga bergiat di Gusdurian itu pula.

Guru SD Morodewe, Mesuji Nur Hamid dalam film itu memaparkan, sekolah yang akan ditutup itu didirikan atas kesepakat bersama warga daerah itu. “Kita berpikir bersama bagaimana solusinya agar anak-anak di sini tidak bodoh, akhirnya warga berkumpul dan satu pedapat, mendirikan sekolah. Sekolah yang akan ditutup itu, berdiri sejak 13 tahun lalu dengan biaya swadaya,” kata Hamid yang juga muazin di masjid daerah itu.

Dalam film itu, Bupati Mesuji Khamamik menyatakan pihaknya tidak berani melanggar UU nomor 18 tahun 2013 dan menyarankan pihak SD Morodewe berhubungan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Terkait itu, Ketua Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hak Asasi Manusia (PKKP-HAM) Unila Dr Tisnanta mengeaskan jika di daerah itu ribuan anak-anak yang membutuhkan pelayanan pendidikan tidak dipenuhi.

“Dan bahkan diingkari oleh pemerintah daerah setempat sebagai entitas yang harus memberikan pelayanan pendidikan. Prinsip pendidikan ialah ialah konstitusional right. Dan ketika masyarakat menyelenggarakan sendiri kemudian hendak digusur atau diluluhlatakan pemerintah jelas tidak masuk akal,” ujarnya lagi.

Pengampu mata kuliah Filsafat Hukum, Teori Hukum dan Metode Penelitian Hukum pada program Pasca Sarjana (S2) Fakultas Hukum Universitas Lampung itu menegaskan, kewenangan perijinan pendidikan bukan pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

“Yang mempunyai kewenangan dasar untuk perijinan ialah pemerintah daerah. Pemerintah daerah harus paham ada wajib belajar 6 tahun. Di Mesuji sendiri, wajib belajar justru 9 tahun, perijinan pendidikan itu menjadi kewenangan pemerintah daerah,” papar Tisnanta lagi.

Di film itu, seorang pelajar SD Morodewe membaca “Puisi Untuk Pak Jokowi” karya Moris Cahyadi, pelajar SD Morodewe. “Pak Presiden kami perlu uluran tanganmu, kami perlu kasih sayangmu. Pak Presiden, kami butuh sekolah. Berikan kami seribu guru, tapi jangan beri kami seribu sekolah tanpa guru,” ujar pelajar SD di film itu.

Di Lampung, sejumlah komunitas akan memutar dan menggelar diskusi atas pemutaran dokumenter itu di beberapa tempat. Antara lain, dihelat oleh Rumah Film KPI IAIN Raden Intan Lampung mulai pukul 08.00 WIB di Ruang Dekanat Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Lalu di Unila, kegiatan diselenggarakan oleh BEM FKIP Unila dan Aliansi Gerakan Aspirasi Rakyat Lampung bertempat di Gedung D FKIP Unila,mulai Pukul 09.00 WIB. Disini juga akan ada diskusi yang menghadirkan akademisi, DPRD dan beberapa narasumber lainnya.

Ketiga di Kota Metro diselenggarakan oleh STAIN Jurai Siwo Metro, pukul 09.00 WIB di Laboratorium Bahasa Lantai 1. ” Lalu di Moro-Moro Mesuji diputar pukul 19.30 WIB, di depan halaman SD Morodewe. Pemutaran diadakan malam karena dilakukan di outdoor dan kendala listrik. Di luar negeri yang akan memutar adalah di Kitakyushu Jepang, Ijmuigen Belanda, Bangi Malaysia dan Hongkong,” kata Rico Andreas, Asisten Sutradara film dokumenter itu menambahkan. (Red: Abdullah Alawi)

Exclusive Meeting AB2: Masa depan dakwah Unila, ada di tangan kader KAMMI

IMG_20150502_224208

BandarLampung – (2/5/15), Beberapa hari terakhir ini kader-kader KAMMI komisariat Unila semakin intens mendiskusikan masa depan gerakan di Unila. Dalam sebuah forum bertajuk “Lingkar kebangkitan” ini, kader-kader Unila secara terbuka berbagi ide untuk kemajuan KAMMI Komisariat kedepannya.

Menanggapi adanya forum ini, ketua KAMMI Lampung, Asis B. Santoso mengatakan, “ Forum ini bisa menjadi pemantik bagi kader-kader di komisariat untuk kembali kepada khittoh gerakan yang sebanarnya. Kritik yang masuk selama ini, adalah momen bagi kader komsat untuk mendesain ulang pola gerakan di kampus Unila, saya sambut positif forum ini. Beberapa waktu lalu saya juga menghimpun beberapa kader KAMMI Unila untuk membuat semacam konsep gerakan ke-KAMMI-an untuk Unila. Sempat mendapat respon beragam dari beberapa kader. Respon ini muncul karena kepedulian mereka kepada KAMMI.” Pungkas Asis.

Forum ini dihadiri beberapa kader KAMMI Unila yang tersebar dari KAMMI Daerah dan Komisariat, diantaranya, Dian Putra, Ahmad Risani, Anggi Arif Wibowo, Deni Yuniardi, Hilya, Isah, Sofi, Ria Laila, dan Marelita Devisa. Forum yang telah digelar sebanyak 3 kali secara beruntun ini, telah menghasilkan beberapa kesepakatan dan ide baru untuk KAMMI kedepannya.

Ketua komisariat Unila, Dian Putra memaparkan, “Forum AB2 ini adalah bentuk investasi ide. Artinya tidak semua masukan bisa direalisasikan segera, namun dengan adanya pengumpulan ide ini, kita dapat memilah keterbutuhan yang paling mendesak yang wajib di eksekusi. Kami menyadari, saat ini sering banyak kritik yang masuk, baik itu dari Kamwil, Kamda, maupun kader Unila, padahal mereka semua bertanggungjawab. Namun, seolah-olah menyerahkan sepenuhnya kepada pengurus komsat. Tapi kita mesti yakin, bahwa ini adalah momen yang sangat tepat untuk mengatakan bahwa, Kita akan Bangkit!. Allahuakbar!.” Tegas Putra dengan penuh semangat.

“Frekuensi diskusi mengenai KAMMI Unila meningkat pasca Sarasehan bulan lalu. Saya lebih banyak menyoroti proses pengkaderan yang lemah dan minim rekruimen. Kaderisasi seolah mati karena beberapa faktor, seperti minimnya rekruitmen kader non-tarbiyah dan upaya untuk masuk ke beragam komunitas. Pendekatan kultural terhadap kelompok sosial baik di kampus maupun di luar kampus perlu dioptimalkan. Dan ini, perlu kader-kader yang tidak sekadar imun, tapi juga fleksibel. Disisi lain belum optimalnya pengelolaan kader baru pasca dauroh untuk di berdayakan atau dibina dalam MK (Madrasah KAMMI).” Sambung Deni yang saat ini sedang menjabat sebagai Gubernur FKIP Unila.
Sedangkan menurut Kadep KP KAMMI Daerah Balam, Ahmad Risani menerangkan, “Ini forum kesekian kalinya dibuat, tidak hanya oleh komsat, beberapa waktu lalu juga melibatkan ketua dan Sekjen KAMMI wilayah di markas. Intinya ini adalah respon atas beragam masukan dan bentuk tanggungjawab semua kader baik itu di komsat atau diluar. Ada banyak masukan yang telah kami himpun, diantaranya, menghidupkan kembali MK, optimalisasi peran tarbiyah siyasiyah di Unila, penguatan ghiroh perjuangan, menggagas DP (Dewan Pembina) khusus KAMMI, memasifkan proses kaderisasi dua kanal (tarbiyah dan belum tarbiyah), dan lainnya. Masukan-masukan ini akan kita tulis dalam sebuah paper sederhana di “Jurnal progressif”, agar kader lainnya bisa membaca dan bila perlu menambahkan ide baru. Kedepan, Insyallah KAMMI Unila akan tampil dengan wajah baru yang berseri-seri, karena ……….” Terang Sani sambil tersenyum.

“Karena Masa depan dakwah Unila, ada di tangan kader KAMMI”. Sambung beberapa kader secara serempak sambil mengepalkan tangan. Allahuakbar!, Sambut Anggi dengan hikmat. []

Pro Kontra UU Partai Mahasiswa di KBM Unila

IMG-20150501-01255

Terjadinya degradasi partisipasi mahasiswa dalam dunia lembaga kemahasiswaan di Universitas Lampung dalam kurun waktu lima tahun terakhir menjadi perhatian yang sangat besar bagi para mahasiswa aktivis lembaga kemahasiswaan. Degradasi partisipasi ini terlihat pada tahun 2005-2006, pencalonan Presiden-Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswaa (DPM) Universitas, Gubernur BEM Fakultas, Anggota DPM Fakultas hingga Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)/Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT)/Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) minim partisipasi pencalonan dari mahasiswa. Selain itu program kerja yang dilakukan oleh lembaga kemahasiswaan terkadang jauh dari disiplin ilmu yang ada. Maka untuk mengatasi hal tersebut lahir dua wacana solusi yaitu revitalisasi lembaga kemahasiswaan dan pembentukan partai mahasiswa.

Solusi wacana pembentukan partai mahasiswa menjadi issu sangat besar sehingga timbul pro dan kontra yang dilontarkan oleh pimpinan lembaga kemahasiswaan yang memiliki back ground Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Penelitian ini mencoba meneliti perbedaan persepsi kader-kader HMI dan KAMMI dalam melihat wacana pembentukan partai mahasiswa. Persepsi diartikan sebagai suatu proses cara pandang seseorang yang dipengaruhi faktor internal dan eksternal terhadap suatu obyek yang sama dalam bentuk pengetahuan sehingga dapat memberikan motivasi seseorang tersebut untuk melakukan tindakan-tindakan berupa kognitif yang timbul dari cara pandang tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Explanatory atau Comfirmatory Research. Persepsi yang akan diteliti adalah mengenai pengetahuan responden terhadap wacana penerapan partai mahasiswa dan Fungsi serta partai mahasiswa.

Populasi yang ada adalah 827 dari HMI dan 655 dari KAMMI, dari populasi tersebut diambil responden berjumlah 42 dari HMI dan 42 dari KAMMI dengan menggunakan cluster sampling. Semua responden berstatus anggota biasa sehingga dapat dikatakan sebagai aktivis mahasiswa. Dalam pengumpulan data menggunakan quisioner dan dokumentasi yang menunjang penelitian ini. Analisis data yang digunakan dengan metode Chi Kuadrat sehingga nantinya akan terlihat signifikan atau tidaknya perbedaan persepsi tersebut. Pewacanaan penerapan partai mahasiswa dalam Student Government Universitas Lampung yang tertuang dalam amandemen Konstituisi Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Lampung 2005 menjadi polemik diantara mahasiswa. Kelompok yang pro dan kontra tersebut memiliki back ground organisasi eksternal yang berbada.

Pada hipotesa menerangkan bahwa yang pro dan kontra menggunakan lembaga kemahasiswaan yang telah ada untuk menyikapi wacana penerapan partai mahasiswa. Pemimpin dari lembaga kemahasiswaan yang pro dan kontra tersebut banyak yang berasal dari HMI dan KAMMI. Secara laten telah terjadi polemik antara HMI dan KAMMI dalam wacana penerapan partai mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan sebagai berikut :

1. Pengetahuan responden antara HMI dan KAMMI secara mayoritas mangetahui wacana penerapan partai mahasiswa dalam student goernment Universitas Lampung.

2. Terjadi perbedaan persepsi antara responden HMI dan KAMMI dalam berpersepsi mengenai partai mahasiswa. Responden HMI secara mayoritas menolak penerapan partai mahasiswa dalam student government Universitas Lampung sedangkan responden KAMMI secara mayoritas mendukung penerapan partai mahasiswa dalam student government Universitas Lampung. Dengan demikian terjadi perbedaan persepsi yang signifikan antara kader HMI dan KAMMI dalam memandang wacana penerapan partai mahasiswa dalam student government Universitas Lampung.

3. Perbedaan persepsi ini terjadi dalam hal ketika melihat fungsi partai mahasiswa (sebagai artikulasi, sosialisasi, rekruiment, pengatur konflik, pendidikan politik dan alat merebut serta mempertahankan kekuasaan). Persepsi kader KAMMI memandang bahwa fungsi partai mahasiswa tersebut layak dilakukan oleh partai mahasiswa, tetapi responden HMI memandang fungsi seperti itu cukup dilakukan oleh lembaga kemahasiswaan saja. Selain itu ketika melihat dampak penerapan partai mahasiswa, responden HMI secara mayoritas berpersepsi bahwa penerapan partai mahasiswa akan menimbulkan efek negatif bagi student government. Sedangkan responden KAMMI secara mayoritas berpersepsi bahwa partai mahasiswa akan berdampak positif bagi student government.

4. Polarisasi gerakan HMI dan KAMMI berpolarisasi gerakan sama, bahwa antara HMI dan KAMMI memiliki kesamaan ideologi yaitu berideologi keagamaan Islam dan ada kesamaan pola gerakan yang bersifat kultural, bermoral, menerima kompromi serta evolusi, tetapi dalam melakukan pergerakan di Kampus, kedua organisasi tersebut berbeda pandangan khususnya pandangan atau persepsi mengenai penerapan partai mahasiswa dalam Student Government di Universitas Lampung. Dengan demikian persamaan ideologi dan juga persamaan pola gerakan orgainisasi tidak dapat menyamakan persepsi kader kedua organisasi tersebut dalam melakukan gerakan di kampus.

Oleh : Asis Budi Santoso Ketua Umum KAMMI Wilayah Lampung